Minggu, 12 April 2009

PERJUANGAN BANGSA

BELANDA akhirnya datang juga…
5 Juni 1596 Belanda tiba di Sumatra dipimpinoleh Cournelis de Houtman.
23Juni 1596 tiba di Banten.
1602 pengusaha Belanda mendirikan VOC (Verenigde Oost Indische Compagnie) atau Persekutuan Dagang Hindia Timur.

VOC
Didirikan pada tanggal 29 Maret 1602 yang merupakan ide dari Yohan van Older Barnevelt dan dipimpin oleh 17 direktur.

Hak-hak VOC :
Monopoli perdagangan
Memiliki tentara, pengadilan dan mengumumkan perang
Mencetakk mata uang sendiri
Mengadakan perjanjian dengan pengusaha dan penguasa setempat atas nama pemerintah belanda
VOC bangkrut dan diambil alih oleh pemerintah Belanda.
Hindia Belanda dipimpin oleh Van den Bosch sebagai Gubernur Jendral.
Bosch memberlakukan sistem Tanam Paksa yang disebut Cultuur Stelsel.

Pokok peraturan Tanam paksa :
Tanah rakyat harus ditanami tanaman yang laku di pasar Eropa
Luasnya seperlima dari luas desa.
Tenaga kerja tidak lebih dari pertanian biasa.
Tanah yang ditanamai bebas pajak.
Hasil diserahkan pada pemerintah. Kelebihan harga dikembalikan kepada rakyat.
Biaya kegagalan panen akan ditanggung pemerintah Belanda.

Tanam Paksa ditentang oleh dua orang Belanda, yaitu :
Edward Douwes Dekker (pendeta) dengan membuat buku “Max Havelaaar of de Koffielingen”.
Baron van Hoevel (politikus) dengan berjuang melalui parlemen.
Mereka merintis sebuah politik etik (Ethics Politics) yang dipimpin oleh Van de Venter.
Tujuannya peningkatan kesejahteraan rakyat Indonesia.
Fokus garapan :
Education.
Irigation.
Transmigration.

Usaha VOC menguasai Nusantara :
Kekerasan dan peperangan
Pengusiran dan pembunuhan penduduk yang menolak monopoli VOC
Menghancurkan perdagangan Islam
Ikut campur urusan kerajaan di Nusantara.

PERANCIS di Indonesia
Mengirimkan Williem Deandels (1808-1811) yang melaksanakan :
Pembangunan Grote Postweg dari Anyer ke Panarukan.
Memungkut pajak yang tinggi.
Ikut campur pada urusan kerajaan dan pemerintahan di Nusantara.

INGGRIS di Indonesia
Mengirimkan Thomas Stamford Raffles 1811-1816) :
Abolishing the forced labour system.
Abolishing the Hongi.
Abolishing slavery.
Dividing Java in 16 Residences.
Reducing the authority of regent.
Applying a judocatory with juries.
Implementing landrete stelsel

PERLAWANAN RAKYAT MALUKU
Dipicu oleh adanya HONGI, yaitu patroli dengan perahu kecil untuk menumpas perdagangan rakyat dan tanaman pala dan cengkeh.
Salah satunya perlawanan dilakukan oleh Thomas Matulesy dengann menyerbu benteng Duurstede di Saparua.
16 Desember 1817 Patimura tertangkap dan dihukum gantung di Banteng Nieuw Victoria.

PERLAWANAN DEMAK
Diutus raja Demak yaitu Raden Patah.
1 Januari 1513 Perlawanan dipimpin oleh Dipati Unus (Sabrang Lor).
Kalah karena kurang persiapan dan kalah persenjataan.
1527 dipimpin oleh Fatahillah menyerang Portugis di Sunda Kelapa.

PERLAWANAN RAKYAT ACEH
1569 Portugis mengepung Aceh selama tiga tahun.
2 Maret 1873 Belanda menyatakan perang terhadap Aceh namun gagal dan pemimpinnya, Mayjend Kohler tewas.
Dibantu Dr. Snouck Hurgronje melakukan cara dan siasat menaklukan Aceh dan
1904 Aceh menandatangani Karte Verklering.

PERLAWANAN MATARAM
1628 Sultan Agung mengirimkan bala tentara untuk mengusir VOC dipimpin oleh Bahureksa dan Dipati Ukur.
Namun kedatangannya telah diketahui sehingga balatentara Mataram kalah.
Sultan Agung diganti oleh Amangkurat I dan bekerjasama dengan VOC.
1577 terjadi perjanjian Giyanti yang berisi :
Mataram bagian barat dengan ibukota Yogyakarta berada di bawah kekuasaan pangeran mangkubumi (Sultan Hamengku I) dan Mataram bagian timur yang beribukota Surakarta dibawah kekuasaan Pakubuwono III.

PERLAWANAN PANGERAN DIPONEGORO
Pangeran Diponegoro merasa kesal dengan tingkah Belanda yang berani mematok tanah leluhurnya untuk dijadikan jalan rel kereta api.
Diponegoro mengganti patok tanah dengan tombak sebagai bentuk tantangan kepada Belanda
25 Juni 1825, Belanda menyerang Pangeran Diponegoro di Tegalrejo.
Diponegoro dibantu oleh Pangeran mangkubumi, Sentot Alibasyah, Kiai Maja.
1826 perang di Ngalengkong, diponegoro meraih kemenangan.
Februari 1830 Pangeran Diponegoro ditangkap secara licik oleh Belanda
Dan dibuang ke manado lalu ke Makasar sampai meninggal tanggal 8 Januari 1855.

PERLAWANAN RAKYAT MAKASAR
Dipimpin oleh Sultan Hasanudin pada perang tahun 1666.
Pertempuran terbesar terjadi pada 7 Juli 1667 antara VOC dibantu Arupalaka dengan Makasar yang dipimpin oleh Hasanudin.
Karena kalah Hasanudin menandatangani perjanjian Bongaya.

PERLAWANAN KAUM PADRI
April 1827 terjadi perang di daerah sulit air danau Singkarak,Solok.
Belanda mendirikan benteng Fort van der Capellen.
1825 terjadi perjanjian antara Imam Bonjol dengan VOC.
1837 Belanda menyerang kaum Padri di Simawang.
25 Oktober 1837 Imam Bonjol ditangkap dan dibuang ke Tomoho,Sulut.

PERLAWANAN RAKYAT KALIMANTAN SELATAN
1859 rakyat Banjarmasin melawan Belanda dibawah Pimpinan Pangeran Antasari dan Pangeran Hidayatullah.

PERLAWANAN RAKYAT BATAK
1894 Belanda menyerang Sisingamangaraja XII di Bakkara.
1907 Sisingamangaraja tewas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Beritahukan bahwa kalian telah melihat materi ini...
penting untuk menjadi nilau tugas ya.....!