Rabu, 01 April 2009

KEGIATAN EKONOMI (Produksi)

PRODUKSI

KEGIATAN EKONOMI
1. Produksi,
Kegiatan membuat barang atau menghasilkan jasa, misalnya perusahaan barang, sekolah, rumah sakit.
2. Distribusi
kegiatan menyalurkan barang atau jasa, misalnya berdagang, mengantarkan koran, menyalurkan tenaga kerja.
3. Konsumsi
kegiatan menggunakan barang atau jasa, misalnya memakan, memakai pakaian atau naik becak dan angkutan kota uksi, yaitu kegiatan membuat barang atau menghasilkan jasa, misalnya perusahaan barang, sekolah, rumah sakit.

TUJUAN PRODUKSI
1. Menghasilkan barang atau jasa
2. Untuk memenuhi kebutuhan manusia
3. Ingin meraih keuntungan
4. Membuka lapangan pekerjaan

MACAM-MACAM KEGIATAN PRODUKSI
1. Menghasilkan barang baru, misalnya dalam pertanian
2. Mengubah bentuk barang, misalnya membuat kerajinan
3. Mengambil kekayaan alam, misalnya menangkap ikan di laut
4. Menyimpan barang, misalnya pergudangan
5. Pemasaran barang, yaitu menyalurkan barang sampai ketangan konsumen
6. Pemindahan hak milik dengan melakukan transaksi
7. Memberikan pelayanan pada konsumen

MACAM-MACAM TINGKATAN PRODUKSI
1. Produksi ekstraktif,
kegiatan produksi yang bergerak dibidang pengambilan atau pemanfaatan langsung sumber daya alam tanpa diolah terlebih dahulu.
2. Produksi agraris,
kegiatan produksi yang bergerak dibidang pengolahan atau pengelolaan sumber daya alam.
3. Produksi industri,
yaitu kegiatan produksi yang bergerak dibidang pengolahan bahan mentah menjadi barang jadi.
4. Produksi niaga,
kegiatan produksi yang bersifat menambah nilai guna barang dengan menyalurkan barang dari produsen ke konsumen.
5. Produksi jasa,
6. kegiatan produksi yang bergerak dibidang pelayanan.

FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI
1. SUMBER DAYA ALAM
Dapat diperbaharui dan tidak dapat diperbaharui
2. TENAGA KERJA
Terdidik, terlatih dan tidak terdidik dan tidak terlatih
3. MODAL
Bergerak dan tidak bergerak, tetap dan lancar
4. KEWIRAUSAHAAN
Tekhnologi, Manajemen dan organisasi

CARA MENINGKATKAN JUMLAH DAN KUALITAS HASIL PRODUKSI
1. Intensifikasi
Usaha menambah jumlah dan kualitas hasil produksi dengan tanpa menambah faktor produksi.
2. Ekstensifikasi
Usaha peningkatan jumlah dan kualitas hasil produksi dengan cara menambah faktor produksi.
3. Diversifikasi
Usaha menambah jumlah dan kualitas hasil produksi dengan penganekaragaman hasil produksi.
4. Rehabilitasi
Usaha menambah jumlah dan kualitas hasil produksi dengan mengganti faktor produksi yang telah rusak dengan yang lebih baru.
5. Mekanisasi
Usaha menambah jumlah dan kualitas hasil produksi dengan mengganti faktor produksi tradisional dengan mesin-mesin produksi yang bersifat mekanik.
6. Rasionalisasi
Usaha menambah jumlah dan kualitas hasil produksi dengan mengurangi faktor-faktor produksi yang tidak penting atau membebani biaya produksi.

DISTRIBUSI
Distribusi adalah kegiatan manusia dalam menyalurkan barang atau jasa dari produsen kepada konsumen baik langsung maupun tidak langsung tanpa merubah bentuk dan fungsi barang.

Tujuan Distribusi
1. menyalurkan barang sampai ke konsumen
2. meraih keuntungan
3. memperlancar proses produksi
4. membantu konsumen mendapatkan barang

Pelaku Distribusi
Orang atau lembaga yang melakukan kegiatan distribusi disebut distributor. Distributor dibagi menjadi dua macam, yaitu :
1. Pedagang, yaitu orang atau lembaga yang membeli dan menjual barang atau jasa dengan resiko ditanggung sendiri.
2. Perantara, yaitu orang atau lembaga yang hanya mempertemukan penjual dan pembeli untuk melakukan kegiatan jual beli tanpamenanggung resiko atas barang yang diperjual belikan.

Pedagang dibagi menjadi dua, yaitu :
1. Pedagang besar (whole seller), yaitu pedagang yang membeli barang dalam jumlah besar langsung kepada produsen dan menjualnya kepada perantara. Misalnya importir, eksportir, grosir.
2. Pedagang kecil (retail), yaitu pedagang yang membeli barang dalam jumlah kecil kepada pedagang besar dan menjualnya kepada konsumen. Misalnya warung, pedagang asongan, mall, kios.

Perantara dibagi menjadi :
1. Agen, perantara yang bertugas menjual barang dari sebuah lembaga produsen di wilayah tertentu dengan harga yang ditetapkan produsen. pendapatannya disebut gaji, bonus.
2. Komisioner, perantara atas nama sendiri dan tidak bertanggung jawab kepada salah satu produsen. Pendapatannya disebut komisi.
3. Makelar, perantara atas nama sebuah lembaga distribusi. Terikat pada peraturan yang telah disepakati dan pendapatannya disebut kurtasi atau provisi.

Macam-macam sistem distribusi
Dalam menyalurkan barang atau jasa, distributor melakukannya dalam tiga cara, yaitu :
1. Distribusi langsung, yaitu distribusi yang dilakukan langsung oleh produsen kepada konsumen. Biasanya dilakukan bila barang tidak tahan lama dan luas pasar kecil.
2. Distribusi semi langsung, distribusi yang mempergunakan jasa agen menjual barangnya di wilayah tertentu sebagai perwakilan produsen. misalnya dalam otomotif kita kenal dengan ATPM atau Agen Tunggal Pemegang Merek.
3. Distribusi tidak langsung, yaitu distribusi yang melalui banyak perantara seperti grosir, warung, pedagang asongan.

faktor yang menentukan pemilihan sistem distribusi diantaranya :
1. Jenis barang yang dijual (Otomotif, makanan atau sayuran, elektronik)
2. Sifat barang (tahan lama atau tidak tahan lama)
3. Besar modal yang dimiliki
4. Luas pangsa pasar
5. Tekhnologi

KONSUMSI
Adalah kegiatan manusia mempergunakan atau mengurangi nilai guna suatu barang baik secara langsung maupun tidak langsung. Pelaku konsumsi disebut konsumen.

Tujuan konsumsi
1. Memenuhi kebutuhan
2. Mencapai kepuasan

Pelaku konsumsi
1. Rumah tangga keluarga
2. rumah tangga perusahaan
3. Rumah tangga negara

Teori konsumsi :
Dikemukakan oleh Gossen yang terdiri atas dua teori, yaitu :
Gossen I: “ jika pemenuhan suatu kebutuhan dilakukan secara terus menerus maka kenikmatan atas pemenuhan tersebut semakin lama akan semakin berkurang “
Gossen II : “ pada dasarnya manusia cenderung memenuhi berbagai macam kebutuhannya sampai pada tingkat kepuasan yang sama”.
Factor-faktor yang mempengaruhi tingkat konsumsi seseorang :
Jumlah pendapatan, gaji, upah, bonus, komisi.
Selera
Tingkat pendidikan
Status social
Latar belakang pendidikan/budaya/agama
Perkembangan ilmu dan tekhnologi

Tiga asas anggaran rumah tangga keluarga, yaitu :
1. Surplus yaitu kondisi dimana jumlah pendapatan lebih besar daripada pengeluaran,sehingga terdapat sisa atau saldo
2. Balance yaitu kondisi dimana jumlah pendapatan sama besaar dengan jumlah pengeluaran
3. Defisit yaitu kondisi dimana jumlah pendapatan lebih kecil dari jumlah pengeluaran.

Pendapatan :
penambahan kemampuan daya beli seseorang yang diperoleh dari pengorbanan tertentu. Jenis-jenis pendapatan terbagi kedalam beberapa macam, yaitu :
a. Gaji
Pendapatan yang bersifat kontinyu atau terus menerus dan dalam jumlah relatif tetap sebagai balas jasa dari suatu pekerjaan formal. Contohnya , gaji pegawai negeri dan gaji direktur.
b. Upah
Pendapatan yang bersifat tidak menentu dan dalam jumlah yang relatif berbeda sebagai balas jasa dari pekerjaan non formal. Contohnya upah kuli bangunan dan pegawai honorer.
c. Sewa
Pendapatan dari pemanfaatan sumber daya, misalnya sewa rumah, tanah atau gedung.
d. Bonus
Pendapatan lebih karena melebihi suatu target tertentu. Bonus penjualan dan pemasaran yang melebihi target.
e. Hadiah
Pendapatan dari hasil prestasi yang telah diraih. Misalnya hadiah juara lomba lari.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Beritahukan bahwa kalian telah melihat materi ini...
penting untuk menjadi nilau tugas ya.....!