Minggu, 12 April 2009

PENDUDUKAN JEPANG

Kronologis Kedatangan Jepang
19 Februari 1942, Jepang menguasai Jawa dan menghancurkan pasukan sekutu (ABDACOM) di bawah pimpinan Jendral Sirr Archibald Wavell.
Hindia Belanda dan menyerah tanpa syarat kepada Jepang tanggal 8 Maret 1942 setelah menguasai Jakarta. Ditandangani oleh Imamura dan Terpoorten.
Jepang melancarkan propaganda sebagai “saudara tua” dan mengharapkan dukungan rakyat Indonesia dalam menghadapi tentara sekutu.
Propaganda gerakan 3 A :
Cahaya Asia
Pelindung Asia
Pemimpin Asia

Pemerasan sumber daya alam
Semua perkebunan diawasi dan Jepang memonoppoli pembelian hasil panen.
Perkebunan yang tidak dibutuhkan Jepang dimusnahkan.
Hutan ditebangi

Pemerasan tenaga kerja manusia
Romusha adalah kerja paksa yang dilakukan terhadap rakyat Indonesia untuk membangun sarana perang dan untuk kepentingan Jepang di Indonesia, seperti jalan raya, tempat pertahanan, jembatan, goa tersembunyi.

Semi Militer bentukan Jepang
Seinentai (Barisan murid SD)
Gakukotai (Barisan sekolah lanjutan)
Seinendan (Barisan Pemuda)
Keibodan (Barisan pembantu polisi)
Fujinkai (Himpunan wanita)
Syuisintai (Barisan Pelopor)

Militer bentukan Jepang
Heiho (Pembantu Prajurit Jepang) dibentuk pada bulan April 1943 dengan anggota berumur antara 18-25 tahun. Tugasnya membantu tentara Jepang di medan perang.
Peta (Pembela Tanah Air) dibentuk pada tanggal 3 Oktober 1943 dan bertugas membela negara.

Organisasi Bentukan Jepang
Pusat Tenaga Rakyat
6 April 1943, Jepang membentuk Putera dengan dipimpin oleh empat serangkai yaitu :
Ir. Soekarno
Moch. Hatta
KH.Mas Mansyur
Ki Hajar Dewantara
Tujuannya untuk membujuk semua kekuatan rakyat agar bersatu membela Jepang
Jawa Hokokai
Dibentuk pada bulan Maret 1944 dengan tujuan untuk menghimpun tenaga rakyat untuk digalang semangat baktinya bagi Jepang. Namun soekarno dan Hatta mempergunakannya untuk membangkitkan kemerdekaan.
MIAI (Majelis Islam A’la Indonesia)
Dipimpin oleh KH. Hasyim Ashary yang aktif kembali pada tanggal 4 September 1942 setelah dibekukan Jepang.
4.Masyumi (Majelis Syuro Muslim Indonesia)
didiriikan pada tahun 1943 oleh KH.Hasyim Ashari, Ki Bagus Hadikusumo, Abdul Wahab.
Tujuannya untuk menopang kegiatan Jepang di perang Asia Timur Raya.
Chuo Sangi In
Merupakan organisasi untuk menampung dan memberikan aktivitas kepada tokoh nasional Indonesia agar dapat terlibat dalam kegiatan pemerintahan.

Pemberontakan Terhadap Jepang
Pemberontakan di Aceh pada 10 November 1942 di Cot Plieng dipimpin oleh Tengku Abdul Jalil.
Pemberontakan di Karang Ampel, Sindang Indramayu. 1943 dipimpin oleh Haji Madriyan.
Pemberontakan di Singaparna, 25 Februari 1944 dipimpin oleh KH. Zaenal Mustofa.
Pemberontakan di Lohbener Jabar.
Pemberontakan di Pontianak, Kalbar.
Pemberontakan di Irian Barat, dipimpin oleh L.Rumkorem.
Pemberontakan Peta di Blitar dipimpin oleh Syadanco Supriyadi pada tanggal 14 Februari 1945
Pemberontakan Peta di Gumilir Cilacap, dipimpin oleh Daidanco Khusaeri.

Dikuritsu Zunbi Cosakai
mempelajari hal ekonomi, politik, dan tata pemerintahan sebagai persiapan untuk kemerdekaan Indonesia.
Pada sidang pertama, tanggal 29 Mei-1 Junio 1945 dikumandangkan pertama kali tentang dasar negara yang dikemukakan oleh Moh.Yamin, Soepomo dan ir.Soekarno.

Pada sidang kedua pada tanggal 10-16 Juli 1945 dan membentuk panitia:
Perancan UUD diketuai Ir. Soekarno
Pembela Tanah Air diketuai Abikusno
Keuangan dan Perekonomian diketuai Hatta.

Dikuritsu Zunbi Inkai
Berdiri tangggal 7 Agustus 1945 yang diketuai oleh Ir. Soekarno dan wakilnya Hatta.
Tugasnya untuk mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan kemerdekaan Indonesia.
Anggota resmi sebanyak 21 orang, namun tanpa sepengetahuan Jepang ditambah o orang dari perwakilan daerah di Indonesia.

Sidang PPKI,18-08-1945
Sila pertama pada Pancasila yang berbunyi “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syareat Islam bagi pemeluk-pemeluknya menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab” dirubah menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”.
UUD 45 Bab III pasal mengenai Presiden yang berisi “seorang presiden ialah orang Indonesia asli yang beragama Islam” dirubah menjadi “Presiden ialah orang Indonesia asli”.

Hasil Sidang PPKI,18-08-1945
Mengubah dan menetapkan UUD 45 sebagai undang-undang dasar Indonesia.
Memilih Ir. Soekarno sebagai presiden dan wakil presiden.
Menetapkan komite nasional sebagai MPR sementara.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Beritahukan bahwa kalian telah melihat materi ini...
penting untuk menjadi nilau tugas ya.....!