Kamis, 02 April 2009

KERAJAAN HINDU BUDHA DI INDONESIA

KARAKTERISTIK HINDU BUDDHA DI INDONESIA
Pengaruh ajaran Hindu-Budha di Indonesia memiliki karakter tersendiri apabila dibandingkan dengan ajaran di negara asalnya, India. Pengaruh ajaran Hindu-Budha tidak mengubah secara penuh kehidupan bangsa Indonesia, namun terjadi percampuran dua budaya. Itulah sebabnya bangsa Indonesia disebut sebagai local genius, artinya kebudayaan baru tidak menggantikan budaya asli melainkan menambah.
Perbedaan budaya Hindu-Budha di India dan di Indonesia sangat jelas apabila dilihat dari sisa-sisa peninggalannya. Salah satunya adalah sistem kasta. Sistem kasta tidak dirasakan oleh masyarakat golongan bawah namun mereka bisa hidup secara berdampingan dengan masyarakat golongan atas dan saling membutuhkan
Pengaruh ajaran Hindu-Budha di Indonesia memiliki karakter tersendiri apabila dibandingkan dengan ajaran di negara asalnya, India. Pengaruh ajaran Hindu-Budha tidak mengubah secara penuh kehidupan bangsa Indonesia, namun terjadi percampuran dua budaya. Itulah sebabnya bangsa Indonesia disebut sebagai local genius, artinya kebudayaan baru tidak menggantikan budaya asli melainkan menambah.
Masuknya bangsa Arya ke India pada tahun 1500 SM melahirkan budaya baru yang dinamakan budaya Hindu.
Empat tingkatan kasta dalam hidup di masyarakat, yakni Brahmana, Ksatria, Waisya, dan Sudra. Ajaran Brahmana ditulis dalam bentuk syair dan doa-doa, dikumpulkan ke dalam 4 kitab Weda antara lain Reg-Weda, Sama-Weda, Yayur-Weda, dan Atharwa-Weda.
Ajaran Hindu mengenal banyak dewa (polytheisme), sebagai tiga dewa utama (Trimurti) adalah Dewa Brahma, Dewa Wisnu dan Dewa Siwa. Selain tiga dewa tadi, dikenal pula dewa-dewa lainnya, seperti Dewi Sri (dewi kesuburan) dan Ganeha (dewa kebijakan dan pengetahuan).
LAHIRNYA AGAMA BUDDHA
• Pada abad 5 SM, agama Budha mulai diajarkan oleh Sidharta Gautama Sang Buddha. Sidharta Gautama adalah seorang pangeran dari Kerajaan Kapilawastu yang ingin mencari ketenangan untuk melepaskan samsara (penderitaan) yang dialaminya.
• Budha mengajarkan delapan jalan suci untuk meninggalkan samsara dengan delapan ajaran pokok, yakni pandangan yang benar, niat yang benar, berbicara yang benar, berbuat yang benar, penghidupan yang benar, berusaha yang benar, perhatian yang benar dan bersemedi yang benar.
• Setelah Sang Budha wafat, ajaran Budha terbagi menjadi dua aliran, yaitu Buddha Hinayana dan Buddha Mahayana.
• Buddha Hinayana memiliki sifat tertutup dengan bertujuan pembebasan samsara hanya bagi dirinya sendiri
• Buddha Mahayana bersifat terbuka dengan bertujuan pembebasan lebih luas, selain untuk dirinya sendiri juga bagi orang lain.


PROSES MASUK DAN BERKEMBANGNYA AGAMA SERTA KEBUDAYAAN HINDU-BUDHA DI INDONESIA
• Teori Brahmana dengan tokoh pendukungnya antara lain J.C. van Leur. para Brahmana dan Biksu India datang ke Indonesia atas undangan para kepala suku
• Teori Ksatria dengan tokoh pendukungnya antara lain F.D.K. Bosh. Menurut teori ini, raja-raja India datang menyerang dan mengalahkan suku-suku Indonesia. Mereka kemudian mendirikan kerajaan-kerajaan Hindu dan Buddha di Indonesia.
• Teori Waisya dengan tokoh pendukungnya antara lain N.J. Krom. Menurut teori ini, pengaruh Hindu dan Buddha dibawa dan disebarluaskan oleh para pedagang India yang juga berasimilasi dengan penduduk setempat.
• Teori Sudra. Menurut teori ini, kaum sudra yang dipandang rendah dalam masyarakat India pergi dan menetap di Indonesia.
PERBANDINGAN JALUR PERDAGANGAN DENGAN JALUR MASUKNYA HINDU BUDHA KE INDONESIA

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Beritahukan bahwa kalian telah melihat materi ini...
penting untuk menjadi nilau tugas ya.....!